Pada suatu hari, seorang pemimpin agama berjalan bersama seorang pembuat sabun. Sepanjang perjalanan, si pembuat sabun mengeluh mengenai apa pentingnya agama di dunia ini. Pembuat sabun berkata, “Semua agama mengajarkan hal yang baik kepada seluruh umat manusia, namun semua hal itu mubazir. Coba lihat apa yang telah dilakukan manusia sepanjang dunia ini diciptakan. Tingkat kejahatan bukannya menurun bahkan naik. Jika agama dapat memberikan dampak yang positif, kenapa semua hal ini terjadi?“

Sang pemimpin agama tidak menjawab apa-apa, namun menunjukkan bahwa ia sedang berpikir dengan serius tentang pendapat pembuat sabun tersebut. Mereka terus melanjutkan perjalanan mereka sampai terhenti didepan segerombolan anak kecil yang sedang asyik bermain Lumpur.
Kemudian sang pemimpin agama berkata kepada si pembuat sabun, “ Lihatlah anak-anak itu bermain, Anda mengatakan bahwa sabun membuat mereka bersih, tapi lihatlah kotoran yang ada di tangan mereka, jadi apa bersihnya sabun yang telah mereka pakai selama bertahun-tahun?” Si pembuat sabun cepat-cepat melontarkan protesnya dengan mengatakan, “…tapi sabun akan menjadi tidak berguna jika tidak dipakai secar terus menerus.“
“Tepat sekali jawaban Anda, demikian juga dengan ajaran agama, ia bukan hanya untuk dipelajari namun dipraktikkan setiap hari” timpal sang pemimpin agama.